faktaterkini.id, NUNUKAN – Peran ayah dalam keluarga dinilai menjadi salah satu kunci penting dalam membentuk karakter anak dan menjaga ketahanan keluarga di tengah perkembangan sosial saat ini.
Hal itu disampaikan Wakil Ketua I DPRD Nunukan, Arpiah saat menghadiri launching Forum Ayah dan Duta Rumah Keluarga Indonesia (RKI) yang digelar DPD Partai Keadilan Sejahtera Kabupaten Nunukan di Hotel Noe Fortuna, Minggu (3/5/2026).
Menurut Arpiah, selama ini tanggung jawab pendidikan anak cenderung lebih banyak dibebankan kepada ibu, sementara keterlibatan ayah dalam proses pengasuhan masih belum optimal.
Padahal, kata dia, kehadiran ayah memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan mental, emosional, dan pembentukan karakter anak.
“Anak membutuhkan peran kedua orang tua secara seimbang. Ayah tidak hanya bertugas mencari nafkah, tetapi juga harus hadir dalam pendidikan dan pembentukan karakter anak,” ujarnya.
Ia mengapresiasi terbentuknya Forum Ayah karena dinilai dapat menjadi ruang edukasi sekaligus wadah berbagi pengalaman antarorang tua dalam membangun keluarga harmonis.
Menurutnya, penguatan peran keluarga menjadi langkah penting untuk menghadapi berbagai persoalan sosial yang terjadi di masyarakat.
“Forum ini bisa menjadi tempat saling menguatkan dan memotivasi agar para ayah lebih aktif mendampingi keluarga,” katanya.
Selain Forum Ayah, Arpiah juga menilai kehadiran Rumah Keluarga Indonesia (RKI) mampu memperluas ruang pemberdayaan perempuan melalui peningkatan kapasitas diri, baik dalam bidang ekonomi, pendidikan, maupun sosial kemasyarakatan.
Ia berharap program tersebut dapat berjalan berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak masyarakat di Kabupaten Nunukan.
Sementara itu, Duta RKI Nunukan, Hj. Inah Anggraini, menyatakan siap menjalankan amanah untuk membantu memperkuat ketahanan keluarga di tengah masyarakat.
Menurutnya, RKI akan fokus mendorong pemberdayaan perempuan sekaligus membantu memberikan pendampingan terhadap persoalan keluarga.
“Melalui RKI, kami ingin hadir memberikan solusi dan pendampingan bagi masyarakat, terutama terkait persoalan keluarga seperti kekerasan terhadap anak maupun perceraian,” tutupnya. (Adv)






