faktaterkini.id, NUNUKAN – Kesadaran masyarakat dalam memilah sampah rumah tangga dinilai menjadi langkah awal menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat di Kabupaten Nunukan.
Hal tersebut disampaikan Anggota DPRD Kabupaten Nunukan, Hasbi saat menggelar Sosialisasi Peraturan Daerah (Sosper) Nomor 4 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sampah di Jalan Limau, Nunukan Selatan, Jumat (1/5/2026).
Dalam kegiatan itu, politisi Fraksi Partai Keadilan Sejahtera tersebut menekankan pentingnya membangun kebiasaan sederhana di lingkungan keluarga, seperti memilah sampah organik dan anorganik serta mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.
Menurutnya, persoalan sampah tidak cukup ditangani pemerintah semata, tetapi memerlukan keterlibatan aktif masyarakat secara berkelanjutan.
“Perubahan besar dimulai dari rumah. Kalau masyarakat mulai terbiasa memilah sampah sejak dari keluarga, dampaknya akan sangat besar bagi kebersihan lingkungan,” ujar Hasbi.
Ia menjelaskan Perda Nomor 4 Tahun 2019 dibuat bukan hanya sebagai aturan administratif, melainkan untuk membentuk budaya masyarakat yang lebih peduli terhadap lingkungan.
Hasbi menilai pengelolaan sampah yang baik dapat membantu menciptakan lingkungan yang sehat sekaligus mengurangi potensi pencemaran di wilayah permukiman.
“Perda ini harus menjadi pedoman bersama. Bukan hanya dibaca, tetapi diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.
Dalam sesi diskusi yang dipandu moderator Asri, warga tampak antusias menyampaikan berbagai persoalan terkait pengolahan sampah rumah tangga, minimnya kesadaran penggunaan plastik ramah lingkungan, hingga pentingnya gotong royong menjaga kebersihan lingkungan.
Hasbi mengaku akan terus mendorong edukasi pengelolaan sampah kepada masyarakat melalui kegiatan sosialisasi di berbagai wilayah Nunukan.
Ia berharap upaya tersebut dapat membangun kesadaran kolektif masyarakat agar lebih peduli terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan.
“Kesadaran menjaga lingkungan harus dibangun bersama. Kalau dimulai dari hal kecil di rumah, saya yakin perubahan besar bisa tercipta,” tutupnya. (Adv)






