Turnamen Tenis Piala Gubernur 2026 Berakhir, Komitmen Pembinaan Atlet Kaltara Ditegaskan

TANJUNG SELOR – Penutupan Turnamen Tenis Lapangan Piala Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) 2026 menjadi momentum penegasan komitmen pemerintah daerah dalam pembinaan atlet dan pengembangan olahraga berkelanjutan. Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Tenis Ahmad Yani ini resmi ditutup pada Minggu (3/5).

Selama turnamen berlangsung, berbagai kategori dipertandingkan dengan partisipasi atlet dari beragam usia. Hal ini menunjukkan bahwa tenis lapangan di Kaltara memiliki potensi besar untuk terus berkembang jika didukung secara konsisten.

Bacaan Lainnya

Pada kategori Ganda Putra (GPA) Kelompok Umur (KU) 100 Tahun, pasangan Sekretaris Daerah Provinsi (Sekprov) Kaltara H. Denny Harianto, S.E., M.M. bersama Alfiansyah berhasil meraih Juara 1. Posisi Juara 2 ditempati pasangan H. Saleh dan Tupeng Gawe, sementara Juara 3 Bersama diraih Sutrisno–Dian F serta Jayadi–Iskandar.

Selain itu, Sekprov Denny juga menunjukkan kiprahnya di kategori lain dengan meraih Juara 3 pada GPA KU 90 Tahun bersama Abigail Jusriansyah.

Penyerahan penghargaan dilakukan oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltara, Saiful Bachry, S.E., yang sekaligus memberikan apresiasi atas terselenggaranya turnamen dengan baik dan lancar.

Mewakili Gubernur Kaltara, Sekprov Denny menekankan bahwa turnamen ini merupakan bagian dari upaya strategis pemerintah dalam mendorong lahirnya atlet berprestasi.

“Event seperti ini bukan hanya ajang kompetisi, tetapi bagian dari proses pembinaan. Dari sini kita bisa melihat potensi atlet yang perlu terus dikembangkan,” ujarnya.

Ia menambahkan, keberlanjutan turnamen menjadi kunci dalam menciptakan ekosistem olahraga yang sehat, mulai dari pembinaan, kompetisi, hingga prestasi.

Menurutnya, dukungan pemerintah akan terus diarahkan pada penyediaan sarana, peningkatan kualitas event, serta pembinaan atlet sejak usia dini.

“Harapan kita, ke depan akan semakin banyak atlet Kaltara yang mampu bersaing di level nasional bahkan internasional,” tegasnya.Penutupan turnamen ini sekaligus menjadi refleksi bahwa olahraga tidak hanya berperan dalam meningkatkan kesehatan masyarakat, tetapi juga sebagai investasi jangka panjang dalam pembangunan sumber daya manusia di Kalimantan Utara. (Adv)

Pos terkait