NUNUKAN – Untuk memperkuat pelaksanaan program strategis nasional Makan Bergizi Gratis (MBG), sebanyak 52 peserta SPPG Tanjung Karang Kecamatan Sebatik dan 51 peserta SPPG Liang Bunyu Kecamatan Sebatik Barat mengikuti Pelatihan Keamanan Pangan Siap Saji serta Sertifikasi Laik Higiene Sanitasi (SLHS) bagi penjamah makanan.
Pelatihan yang diperuntukkan bagi para relawan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) ini diselenggarakan oleh Yayasan Aztrada Garuda Jaya bekerja sama dengan Dinas Kesehatan P2KB, Kesling Puskesmas Sei Taiwan, serta Kesling Puskesmas Setabu. Kegiatan berlangsung di Gedung Aztrada 88 Sungai Nyamuk pada Kamis (6/11/2025).
Kegiatan diikuti peserta dari dua titik dapur SPPG yang berada di bawah Yayasan Aztrada Garuda Jaya. Acara dibuka oleh Camat Sebatik, Wahyuddin, S. Sos, yang menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pihak yang berinisiatif menggelar pelatihan sebagai bentuk komitmen menjaga mutu dan keamanan pangan dalam Program MBG.
Menurut Wahyuddin, pelatihan ini sangat strategis untuk mendukung keberhasilan program nasional MBG yang merupakan program prioritas Presiden Prabowo Subianto.
“Pelatihan ini bukan hanya sebatas administratif, tetapi merupakan komitmen moral dan profesional untuk memastikan setiap makanan yang disajikan aman, sehat, dan diolah secara higienis,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga reputasi dan kepercayaan masyarakat terhadap Program MBG dengan selalu menyebarkan informasi positif. Wahyuddin menyebut, MBG tidak hanya berdampak pada pemenuhan gizi siswa untuk mencegah stunting, tetapi juga memberi manfaat sosial-ekonomi bagi masyarakat, terutama relawan dapur yang terlibat.
Dalam kesempatan itu, Wahyuddin titip tiga pesan kepada peserta pelatihan:
-
Memahami dan menerapkan prinsip higienis serta sanitasi pangan,
-
Membangun budaya kerja yang disiplin, bersih, dan bertanggung jawab,
-
Menjadi agen perubahan di lingkungan kerja masing-masing.
Sementara itu, Pembina Yayasan Aztrada Garuda Jaya, Azmir, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Kementerian Kesehatan RI Nomor HK.02.02/I/4202/2025 mengenai percepatan penerbitan Sertifikat SLHS bagi SPPG Program MBG.
“Kami merasa perlu segera melaksanakan pelatihan ini agar seluruh relawan dapur SPPG memiliki pengetahuan dan sertifikasi sesuai standar. Tujuannya agar pengolahan makanan MBG benar-benar aman dan memenuhi standar kesehatan,” jelasnya.
Jaelani, perwakilan yayasan lainnya, turut menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang mendukung pelaksanaan kegiatan, termasuk jajaran Forkopimcam Sebatik dan Sebatik Barat. Pelatihan ini juga menghadirkan narasumber kompeten dari Dinas Kesehatan P2KB Kabupaten Nunukan. (adv)






